Pendahuluan
Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kita sering mendengar ungkapan: “sedekah dapat menolak bala.” Ungkapan ini bukan sekadar pesan moral yang diwariskan turun-temurun, tetapi memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an, hadis Nabi ﷺ, serta penjelasan para ulama klasik dan kontemporer.
Di tengah meningkatnya musibah — mulai dari bencana alam, krisis ekonomi, kesulitan hidup, hingga masalah sosial — sedekah menjadi ikhtiar syar‘i yang tidak hanya menguatkan solidaritas, tetapi juga menjadi sebab turunnya penjagaan Allah.
1. Dalil Al-Qur’an: Infak sebagai Sebab Keselamatan
a. QS. Al-Baqarah: 195
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Berinfaklah di jalan Allah, dan janganlah kalian menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan.”
Tafsir Ibnu Katsir:
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa salah satu bentuk “kebinasaan” adalah ketika seseorang tidak menunaikan infak, yang pada akhirnya menjerumuskan dirinya ke dalam kesulitan dan kehancuran.
(Tafsir Ibn Katsir 1/501)
Dari keterangan kita mengetahui bahwa Infak menjadi asbab keselamatan dari bala’.
b. QS. At-Taghabun: 17
إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ
“Jika kalian memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, Dia akan melipatgandakannya dan mengampuni dosa kalian.”
Tafsir Ulama:
Para mufassir menjelaskan bahwa dosa adalah penyebab bala, dan pengampunan dosa menjadi sebab hilangnya bala.
(Tafsir al-Tabari 23/399)
Sedekah yang dikeluarkan oleh seorang yang beriman akan menghapus dosa-dosanya, dengan begitu Allah Azza Wa Jalla akan menjaganya dari bala.
2. Dalil Hadis: Sedekah sebagai Penahan Musibah
a. Riwayat al-Baihaqi (Hasan Lighairihi)
Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
صَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ
“Sedekah secara sembunyi-sembunyi memadamkan kemurkaan Allah.”
(Syu‘ab al-Iman 3/247)
Tidak diragukan lagi bahwa kemurkaan Allah adalah bala. Sementara sedekah bisa memadamkannya.
b. Hadis Shahih: Silaturahmi Memperpanjang Umur
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menyambung silaturahmi.”
(Al-Bukhari)
Sedekah kepada kerabat termasuk bentuk utama silaturahmi. Memanjangkan umur bermakna dijauhkan dari kematian buruk dan bala.
(Tuhfatul Ahwadzi 7/190)
3. Penjelasan Ulama: Sedekah Menolak Bala
Ibnu al-Qayyim (al-Wabil ash-Shayyib)
الصَّدَقَةُ لَهَا تَأْثِيرٌ عَجِيبٌ فِي دَفْعِ الْبَلَاءِ
“Sedekah memiliki pengaruh luar biasa dalam menolak bala.”
Beliau menegaskan:
وَلَوْ كَانَ مِنْ فَاجِرٍ أَوْ ظَالِمٍ
“Bahkan bila dilakukan oleh pendosa sekalipun.”
Ibn Rajab al-Hanbali (Jami‘ al-‘Ulum wa al-Hikam)
إِنَّ الْبِرَّ وَالصَّدَقَةَ يَدْفَعَانِ مِيتَةَ السُّوءِ
“Kebaikan dan sedekah mencegah kematian buruk.”
4. Kisah Para Ulama: Bukti Nyata Sedekah Menolak Bala
a. Ali bin Al-Husain dan Musibah yang Tertahan
Suatu hari, Ali bin Al-Husain rahimahullah (cucu Rasulullah ﷺ dari jalur Husain) pernah keluar rumah dan bertemu seorang fakir miskin. Ia memberikan sedekah dalam jumlah cukup besar.
Tidak lama kemudian seorang pelayan berlari menghampirinya sambil berkata:
“Tuanku, sebagian dinding rumah hampir roboh! Kami khawatir menimpa keluarga!”
Ali tersenyum lalu berkata:
إِنَّ اللهَ لَا يَجْمَعُ عَلَى الْعَبْدِ خَوْفَيْنِ
“Segera perbaiki. Sesungguhnya aku mengetahui bahwa Allah tidak akan mengumpulkan dua ketakutan dalam hati seorang hamba.”
Ketika aku mengeluarkan sedekah itu, aku yakin Allah sedang menolak bahaya yang lebih besar.”
Sumber Kisah: Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim (3/133) dan Siyar A’lam an-Nubala’ karya Adz-Dzahabi (4/393)
b. Musafir dan Ular Mematikan
(Kisah masyhur yang dinukil banyak ulama, dengan riwayat penguat)
Dalam sebuah kisah yang dinukil oleh para ulama tarbiyah, ada seorang musafir yang tidur di bawah pohon saat dalam perjalanan. Layaknya orang lain, ia tidak tahu bahwa di atas batang pohon itu, seekor ular besar berbisa sedang bergerak ke arah tempat ia berbaring.
Ketika hampir mendekati tubuhnya, seorang miskin datang meminta makan. Musafir itu bangun, memberi makanan dan beberapa dirham sebagai sedekah. Setelah itu ia berpindah tempat beberapa langkah saja.
Beberapa saat kemudian terdengar suara jatuh—seekor ular besar terjatuh tepat di tempat ia semula tidur. Orang-orang yang melihatnya berkata:
لَوْ لَا صَدَقَتُكَ لَهَلَكَتْ
“Demi Allah, andai engkau tidak bersedekah saat itu, ular itu pasti menimpamu!”
Musafir itu menangis dan berkata:
“Allah telah menolak bahaya itu melalui sedekah kecilku.”
📚 Sumber Kisah: Dikutip oleh Ibnul Jauzi dalam Shifatud Shafwah (1/482) dan disebutkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman (3/251) sebagai salah satu atsar tentang fadhilah sedekah serta Al-Mundziri menyebutnya dalam At-Targhib wat Tarhib (2/236)
- Abdullah bin Mubarak dan Pemuda yang Terhindar dari Bahaya
Abdullah bin Mubarak rahimahullah menceritakan seorang laki-laki yang mengalami kesulitan hidup dan ketakutan terhadap sebuah bencana yang menimpanya.
Sang laki-laki mendatangi Ibn Mubarak, dan ia memberi nasihat:
عَلَيْكَ بِالصَّدَقَةِ فَإِنَّهَا دِرْعٌ وَوِقَايَةٌ
“Perbanyaklah sedekah, karena sedekah adalah penjaga.”
Beberapa hari kemudian laki-laki itu kembali dengan wajah cerah.
Ia berkata:
“Wahai Abu Abdirrahman, benar apa yang engkau katakan. Musibah yang aku takutkan itu akhirnya tidak terjadi. Aku yakin sedekah itu menjadi sebab keselamatanku.”
Ibn Mubarak berkata:
“Demikianlah, karena sedekah adalah penjaga yang Allah jadikan bagi hamba-hamba-Nya.”
📚 Sumber Kisah: Disebutkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman (3/248)
5. Relevansi Sedekah bagi Masyarakat Indonesia
Indonesia kini menghadapi:
- Banjir, gempa, tanah longsor
- Krisis ekonomi dan PHK
- Penyakit dan mahalnya biaya kesehatan
- Konflik sosial, kriminalitas, dan kecemasan kolektif
Pada kondisi ini, sedekah memiliki dua manfaat besar:
(1) Manfaat Spiritual: Penjagaan Allah
Dalil-dalil menunjukkan bahwa sedekah adalah asbab turunnya perlindungan Allah.
(2) Manfaat Sosial: Mengurangi Bala Sosial
Sedekah membantu fakir miskin sehingga:
- menekan kriminalitas,
- meningkatkan ketahanan keluarga,
- mencegah kelaparan,
- menguatkan ekonomi umat,
- menurunkan kecemburuan sosial.
Sedekah menjadi benteng spiritual dan sosial sekaligus.
Kesimpulan
Sedekah adalah ibadah yang memiliki pengaruh luar biasa sebagai penolak bala, berdasarkan:
✓ ayat Al-Qur’an
✓ hadis sahih dan hasan
✓ penjelasan ulama mu‘tamad
✓ kisah salaf
✓ realitas sosial Indonesia
Allah berfirman:
وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ
Apa yang telah kalian kerjakan berupa kebaikan maka kalian akan mendapatinya di sisi Allah
(QS. al-Baqarah: 110)
Sedekah adalah investasi keselamatan, keberkahan, dan penjagaan dari Allah.
Ditulis Oleh: Muhamad Irfandi, B.Sh., M.A
(anda bisa mengunjungi penulis di IG: muhamad.irfandi.7 )
Daftar Pustaka
- Al-Baihaqi. Syu‘ab al-Iman. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
- Al-Bukhari, M. Sahih al-Bukhari.
- Al-Jauziyyah, Ibn Qayyim. Al-Wabil al-Shayyib. Mu’assasah ar-Risalah.
- Ibn Kathir, I. Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Dar Taybah.
- Ibn Rajab. Jami‘ al-‘Ulum wa al-Hikam.
- Muslim, I. Sahih Muslim.
- At-Tirmidzi, M. Sunan at-Tirmidzi.
- Adz-Dzahabi. Siyar A‘lam an-Nubala’.
- Ibn ‘Asakir. Tarikh Dimasyq.
- Sumber digital: Shamela.ws

🔸 Kebutuhan Dana: Rp 500.000.000
🔸 Dana Masuk: Rp 518.416.891
🔸 Dana Tersalurkan: Rp 178.564.300
Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah ikut meringankan beban para penyintas. Bantuan masih sangat dibutuhkan dan penyaluran akan terus berlanjut.
✨ Mari terus berbagi kepedulian:
BSI 7575 4777 92
an. SAR SIP
Kode Bank: 451
📲 Konfirmasi Transfer: 0896 3059 3125 atau ke
0853-5310 9196 (CRM LAZSIP)
⏳ Donasi dilanjutkan sampai 21 Desember 2025