Menjadi lembaga yang kredibel dalam berperan serta mengentaskan permasalahan sosial kaum muslimin secara cepat dan tepat.

Informasi Kontak

Bogor, Indonesia 0811 1186 626 info@lazsip.or.id

Pendahuluan

Dalam kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang mengejar kebahagiaan lewat harta, jabatan, ataupun popularitas. Namun Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati justru hadir melalui memberi dan berbagi, bukan sekadar menerima. Salah satu wujud tertinggi dari memberi dalam Islam adalah zakat, infak, dan sedekah.

Di tengah kondisi masyarakat Indonesia yang masih menghadapi kesenjangan sosial, semangat memberi menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan keberkahan dan kebahagiaan bersama.

Dalil Al-Qur’an tentang Kebahagiaan dalam Memberi

Allah Ta‘ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 

“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

Ibn Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan betapa besar keutamaan infak dan sedekah. Pahala yang Allah berikan bukan hanya berlipat ganda, tetapi juga menenangkan hati dan menyucikan jiwa. Orang yang gemar memberi akan merasakan kelapangan hati dan keberkahan dalam hidupnya.

Hadis tentang Kebahagiaan dalam Memberi

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى

“Tangan di atas (yang memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (yang meminta).”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini tidak hanya menegaskan keutamaan memberi, tetapi juga menunjukkan bahwa kemuliaan seorang muslim terletak pada kemampuannya membantu sesama. Dalam memberi, ada kebahagiaan spiritual yang tak tergantikan oleh kenikmatan dunia.

Makna Kebahagiaan dalam Perspektif Syariat

Dalam Islam, kebahagiaan bukan sekadar tawa atau senyum, tetapi ketenangan jiwa (sakinah) yang tumbuh dari ketaatan kepada Allah dan kebermanfaatan bagi manusia. Allah berfirman:

لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

“Kamu sekali-kali tidak akan mencapai kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.”
(QS. Ali ‘Imran: 92)

Ibn Katsir menjelaskan bahwa ayat ini mengajarkan manusia agar tidak terikat pada dunia. Kebahagiaan hakiki bukan terletak pada memiliki, tetapi pada keberanian menyerahkan harta yang dicintai sebagai bentuk ketaatan dan kepedulian.

Realitas Masyarakat Indonesia

Di Indonesia, semangat sedekah sunnah sangat tinggi—mulai dari sedekah Jumat, berbagi makanan, hingga bantuan sosial. Namun sebagian masyarakat masih kurang memperhatikan kewajiban zakat, padahal zakat adalah sedekah wajib yang memiliki dampak sistemik dalam mengurangi kemiskinan.

Sedekah sunnah tentu sangat baik, tetapi tidak akan sempurna tanpa menunaikan zakat terlebih dahulu. Keduanya harus berjalan seimbang agar keberkahan dapat dirasakan secara menyeluruh.

Memberi Melalui Lembaga Zakat Resmi

Di era sekarang, salah satu cara terbaik untuk menyalurkan zakat dan sedekah adalah melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang berizin resmi. LAZ memastikan bahwa zakat disalurkan kepada delapan asnaf sesuai ketentuan syariat, serta dikelola secara profesional, aman, dan akuntabel.

LAZSIP (Lembaga Amil Zakat Solidaritas Insan Peduli) hadir sebagai salah satu wadah bagi kaum muslimin untuk menunaikan zakat dengan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat luas bagi umat.

Penutup dan Ajakan

Kebahagiaan tidak ditentukan oleh seberapa banyak yang kita punya, tetapi seberapa besar keikhlasan kita dalam berbagi. Islam mengajarkan bahwa siapa yang gemar memberi, Allah akan menambah keberkahan hidupnya—baik dalam rezeki, kesehatan, maupun ketenangan hati.

Mari bersama menebarkan kebahagiaan melalui zakat dan sedekah, terutama melalui lembaga terpercaya seperti LAZSIP. Dengan zakat, kita bukan hanya membantu sesama, tetapi juga membersihkan jiwa dan menyucikan harta, serta menjemput kebahagiaan sejati yang Allah janjikan.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”
(QS. At-Taubah: 103)

Ditulis oleh:  Muhamad Irfandi, Lc., M.A, CWC™, CAC™, C.AFM™ 

📌Silahkan salurkan Infak Anda melalui SIP :

🏧 Muamalat (147)
No Rekening: 339 00 55555
a/n : Solidaritas Insan Peduli YYS

🏧 BSI (451)
No Rekening : 7575 4666 85
a/n : YYS SIP INFAQ

Referensi:

  1. Al-Qur’an al-Karim

  2. Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Ibn Katsir, Dar al-Tayyibah, Riyadh.

  3. Sahih al-Bukhari, Kitab al-Zakat.

  4. Sahih Muslim, Kitab al-Zakah.

  5. Kementerian Agama RI, Fiqih Zakat Kontemporer (2021).

  6. Situs Digital Islamiyyah: shamela.ws.

  7. Data pengelolaan zakat nasional — BAZNAS Indonesia (2024).

Leave A Comment