Pendahuluan
Dalam kehidupan manusia, sakit adalah bagian dari ujian yang tidak dapat dihindari. Tidak sedikit orang yang ketika tertimpa penyakit berupaya mencari kesembuhan dengan berbagai cara medis maupun alternatif. Namun, Islam mengajarkan bahwa salah satu jalan kesembuhan yang penuh berkah adalah dengan banyak memberi — bersedekah.
Fenomena ini semakin relevan di tengah masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi tekanan ekonomi, stres, dan penyakit-penyakit kronis. Di balik semua itu, Allah telah menyediakan obat ruhani yang ampuh: sedekah.
Dalil Al-Qur’an tentang Hubungan Antara Sedekah dan Kesembuhan
Allah Ta‘ala berfirman:
إِن تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ
“Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakannya untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Penyantun.”
(QS. At-Taghābun: 17)
Menurut Tafsir Ibnu Katsir, makna “meminjamkan kepada Allah” adalah menafkahkan harta di jalan Allah, baik untuk jihad, menolong fakir miskin, atau membantu sesama. Maka Allah membalasnya dengan pahala, keberkahan, dan kesembuhan hati maupun jasad.
Hadis-Hadis tentang Sedekah dan Kesembuhan
Rasulullah ﷺ bersabda:
دَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ
“Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.”
(HR. al-Baihaqi dalam Syu‘ab al-Iman, no. 3447, dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Hadis ini menunjukkan hubungan erat antara amal kebaikan dan kesembuhan. Sedekah bukan hanya memberi manfaat sosial, tetapi juga mengundang rahmat Allah yang bisa menjadi sebab datangnya kesembuhan. Karena Allah-lah yang menurunkan penyakit dan Dialah pula yang memberi kesembuhan melalui berbagai sebab.
Penjelasan Ulama tentang Makna Kesembuhan dalam Sedekah
Al-Imam Ibnul Qayyim dalam Zād al-Ma‘ād (4/10) menjelaskan:
“Sedekah memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menolak bala dan penyakit, bahkan dari orang yang durhaka, zalim, dan kafir sekalipun. Maka bagaimana lagi dengan orang yang beriman dan ikhlas dalam bersedekah?”
Menurut beliau, sedekah adalah sebab turunnya rahmat, sebagaimana dosa adalah sebab turunnya bencana. Maka siapa yang memperbanyak sedekah, sesungguhnya ia sedang membuka pintu rahmat dan kesembuhan bagi dirinya.
Kisah-Kisah Nyata dari Para Ulama Salaf
Dalam kitab Siyar A‘lam an-Nubala’ karya Adz-Dzahabi disebutkan, bahwa Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah menganjurkan seseorang yang sakit agar memperbanyak sedekah. Ia berkata:
“Sesungguhnya sedekah bisa memadamkan murka Allah dan menolak kematian yang buruk.”
(Siyar A‘lam an-Nubala’, 2/608)
Begitu pula diceritakan dalam Hilyatul Awliya’ karya Abu Nu‘aim (5/69), tentang Imam al-Laits bin Sa‘d, seorang ulama besar Mesir, yang ketika keluarganya tertimpa penyakit, beliau memerintahkan pelayannya membagikan sedekah kepada fakir miskin, dan tidak lama kemudian keluarganya sembuh.
Kisah serupa juga disebutkan oleh Al-Imam al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah, bahwa sedekah adalah asbab syar‘iyyah (sebab syar‘i) untuk menolak bala dan menyembuhkan penyakit, sebagaimana doa dan tawakal.
Sedekah dan Kesehatan Mental di Zaman Modern
Dari sisi psikologis dan medis, memberi kepada orang lain terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan hormon kebahagiaan seperti endorfin, dopamin, dan oksitosin, yang berperan besar dalam menurunkan stres dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Elizabeth Dunn dan tim dari University of British Columbia (2008) menunjukkan bahwa orang yang mengeluarkan uang untuk membantu orang lain mengalami kenaikan signifikan dalam tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup, dibandingkan mereka yang membelanjakannya untuk diri sendiri (Science, Vol. 319, Issue 5870).
Di Indonesia, hasil riset dari Pusat Kajian Zakat dan Filantropi Universitas Indonesia (PUSKAS BAZNAS & UI, 2022) mengonfirmasi bahwa aktivitas memberi dan menolong sesama secara rutin berkorelasi dengan penurunan tingkat stres dan peningkatan kebahagiaan subjektif di kalangan masyarakat urban dan profesional muda.
Selain itu, laporan World Happiness Report 2023 menyebut bahwa generosity (kedermawanan) adalah salah satu dari tiga faktor psikologis terbesar yang memengaruhi kesejahteraan mental di berbagai negara, termasuk Indonesia — yang menempati posisi tertinggi di dunia dalam indeks kedermawanan global menurut Charities Aid Foundation (CAF) 2023.
Fenomena ini sejalan dengan prinsip syariat Islam bahwa sedekah adalah obat ruhani sekaligus jasmani. Rasulullah ﷺ bersabda:
دَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ
“Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.”
(HR. al-Baihaqi dalam Syu‘ab al-Iman, no. 3447)
Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah bukan hanya amal sosial, tetapi juga terapi spiritual dan emosional. Dengan memberi, seseorang mengaktifkan empati, menumbuhkan syukur, dan menenangkan hati — hal-hal yang secara ilmiah terbukti memperkuat sistem imun dan menyehatkan mental.
Seperti dijelaskan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam Zād al-Ma‘ād (4/10):
“Sedekah memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menolak bala, menyembuhkan penyakit, dan menenteramkan hati. Ia adalah sebab turunnya rahmat dan keberkahan.”
Dengan demikian, sedekah adalah obat ruhani dan jasmani: ia menyembuhkan tubuh dari penyakit, menyembuhkan hati dari sifat kikir, dan menyembuhkan jiwa dari kesedihan. Dalam konteks masyarakat modern yang rentan stres dan kecemasan, semangat memberi dan berzakat bukan sekadar amal sosial, tetapi juga bentuk penjagaan kesehatan mental dan spiritual yang diajarkan langsung oleh Islam.
Mengamalkan di Kehidupan Masyarakat Indonesia
Masyarakat Indonesia dikenal sebagai bangsa dermawan, namun sering kali sedekah dilakukan tanpa arah yang terstruktur. Padahal, sedekah yang dilakukan melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang resmi seperti LAZSIP (Lembaga Amil Zakat Solidaritas Insan Peduli) akan lebih berdampak luas.
LAZSIP memastikan sedekah dan zakat Anda sampai kepada penerima yang tepat — anak yatim, dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan — sekaligus menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan dan kesembuhan.
Penutup dan Ajakan
Sakit adalah ujian, namun dalam Islam setiap ujian membawa jalan menuju rahmat. Sedekah adalah salah satu pintu menuju kesembuhan, baik bagi tubuh, hati, maupun kehidupan.
وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.”
(QS. Saba’: 39)
Mari, jika Anda sedang diuji dengan sakit atau ingin menjemput keberkahan dan kesembuhan, perbanyaklah sedekah, anda bisa menitipkan sedekah anda melalui LAZSIP. Karena setiap rupiah yang Anda keluarkan bukan hanya membantu sesama, tapi juga menjadi obat bagi diri Anda sendiri — insya Allah.
Ditulis Oleh: Muhamad Irfandi, Lc., M.A, CWC™, CAC™, C.AFM™
Silahkan salurkan infaq terbaiknya, serta Dukungan dan Kepedulian kita melalui :
* Bank Muamalat
* No. Rek: 339 00 55555
* an. Solidaritas Insan Peduli YYS (Infaq) – Kode Bank 147
Atau ke,
* Bank Syariah Indonesia kode bank 451
* Rekening 7575 4666 85 a/n YYS SIP INFAQ
Jangan lupa untuk memberikan angka “3” pada nominal transfer. Contoh: Rp 100. 000
Konfirmasi ke nomor WA: 0853-5310-9196
Referensi
- Al-Qur’an al-Karim
- Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim – Ibn Katsir, Dar al-Tayyibah
- Zād al-Ma‘ād – Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, 4/10
- Siyar A‘lam an-Nubala’ – Adz-Dzahabi, 2/608
- Hilyatul Awliya’ – Abu Nu‘aim al-Ashfahani, 5/69
- Syarh as-Sunnah – Al-Baghawi
- Al-Baihaqi, Syu‘ab al-Iman, no. 3447
- Data riset sosial-keagamaan Indonesia, BAZNAS (2024)
- Dunn, E. W., Aknin, L. B., & Norton, M. I. (2008). Spending Money on Others Promotes Happiness. Science, 319(5870), 1687–1688.
- PUSKAS BAZNAS & Universitas Indonesia (2022). Zakat and Well-Being Report.
- World Happiness Report 2023. United Nations Sustainable Development Solutions Network.
- Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2023.
- Al-Baihaqi, Syu‘ab al-Iman, no. 3447.
- Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, Zād al-Ma‘ād, jilid 4, hal. 10.
- Situs rujukan klasik digital: shamela.ws